Senin, 07 Januari 2019

Frekuensi Pernapasan

- Januari 07, 2019

FREKWENSI PERNAFASAN

Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit, dari dalam ke luar tubuh atau dari luar ke dalam tubuh. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18 kali.
Lihat gambar Udara Pernafasa


Faktor yang mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:
  1. Usia
  2. Jenis Kelamin
  3. Suhu Tubuh
  4. Posisi Tubuh
  5. Aktivitas


Usia


  • Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun



Jenis kelamin.
  • Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan




Suhu tubuh


  • Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat. di Lingkungan yang panas tubuh mengalami peningkatan metabolisme untuk mempertahankan suhu agar tetap stabil. 
  • Untuk itu tubuh harus lebih banyak mengeluarkan keringat agar menurunkan suhu tubuh. 
  • Aktivitas ini membutuhkan energi yang dihasilkan dari peristiwa oksidasi dengan menggunakan oksigen sehingga akan dibutuhkan oksigen yang lebih banyak untuk meningkatkan frekwensi




Posisi tubuh


  • Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk. 
  • Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap



Aktivitas


  • Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat


Jadi 
  • Bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi respirasi menjadi semakin lambat.
  • Pada usia lanjut, energi yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada saat usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang diperlukan relatif lebih sedikit.
  • Pada umumnya, laki-laki lebih banyak membutuhkan energi, sehingga memerlukan oksigen yang lebih banyak.
  • Frekuensi pernapasan laki-laki > perempua
  • Pernapasan manusia dapat dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.
  • Kedua hal tersebut mempengaruhi langsung terhadap tingkat aktivitas manusia.
  • Aktivitas bayi dengan anak-anak jelas berbeda apalagi dengan orang tua. perbedaan aktivitas inilah yang nantinya mempengaruhi cepat tidaknya pernapasan
  • memang frekuensi pernafasan manusia itu dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.
  • namun masih banyak faktor2 lain yang lebih dominan mempengaruhi frekuensi pernapasan yaitu.
  1. Emosi seseorang
  2. Perasaan seseorang
  3. Kejiwaan seseorang.
  4. Energi dan Aura seseorang
  5. Latihan dan kebatinan seseorang
  6. dll
PEMERIKSAAN FREKWENSI PERNAPASAN
  • Seseorang dikatakan bernapas bila menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) melalui sistim pernapasan.
  • Bernapas dapat dalam dan dapat pula dangkal.
  • Pernapasan yang dalam akan mempunyai volume udara yang besar, baik pada waktu tarik napas/ inspirasi/ inhalasi atau pada waktu mengeluarkan napas/ ekspirasi/ekshalasi.
  • Sedangkan pada pernapasan dangkal maka volume udara akan mengecil.
LOKASI
INSPIRASI
EKSPIRASI
DiafragmaKontraksi(tampak datar)Relaksasi(melengkung keatas)
Tulang iga (costae)bergerak keatas & keluarbergerak kebawah&kedalam
Tulang dadaBergerak keluarBergerak kedalam
Rongga dadamembesarmengecil
Paru-parumengembangmengempis



Frekuensi napas normal tergantung umur :
  • Usia baru lahir sekitar 35 – 50 x/menit
  • Usia <>
  • Usia 2-12 tahun 18 – 26 x/menit
  • Dewasa 16 – 20 x/menit.
  1. Takhipnea :Bila pada dewasa pernapasan lebih dari 24 x/menit
  2. Bradipnea : Bila kurang dari 10 x/menit disebut
  3. Apnea : Bila tidak bernapas .


Persiapan alat

  1. Alat pengukur waktu (jam, stopwatch)
  2. Buku pencatat
  3. Alat pencatat (pensil, pena)

Persiapan pasien

  1. Jelaskan pentingnya pemeriksaan frekuensi napas
  2. Posisi pasien berbaring, kecuali dalam kondisi tertentu.

Cara pemeriksaan

  1. Tempatkan satu telapak tangan pasien diatas dada
  2. Rasakan gerakan napas dengan memegang tangan pasien atau dengan melihat gerakan dada/ tangan yang naik turun.
  3. Gerakan naik (inhalasi) dan turun (ekshalasi) dihitung 1 frekuensi napas
  4. Hitung frekuensi napas selama satu menit
  5. Informasikan hasil pemeriksaan dan catat pada status

Bayi yang masih berada di dalam kandungan belum melakukan gerakan pemapasan karena kebutuhan oksigennya dipenuhi oleh ibunya melain; plasenta. Paru-paru bayi mulai berfungsi apabila aliran darah melalui plasenta terhenti. Oleh karena itu pada saat bayi dilahirkan, paru-parunya harus dirangsang supaya berfungsi.

Gerakan pemapasan diatur oleh pusat pemapasan yang terdapat di otak dan aktivitas saraf pemapasan terjadi karena adanya rangsangan dari kadar CO, dalam darah. Misalnya apabila kita menahan napas maka keinginan untuk bernapas semakin besar, hal ini disebabkan karena kadar CO, dalam darah semakin meningkat sehingga memacu saraf pemapasan untuk menyuruh pusat saraf pernapasan agar memerintahkan alat pemapasan untuk melakukan pemapasan.
Frekuensi Pernapasan
Pada umumnya manusia mampu bernapas 15-18 kali per menit. Akan tetapi cepat atau lambatnya bernapas pada setiap orang berbeda-beda.

Faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya bernapas (frekuensi pemapasan), yaitu:
  • Usia: semakin bertambah usia maka semakin rendah frekuensi pemapasannya. Hal ini berkaitan dengan makin berkurangnya jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Jenis kelamin; frekuensi pemapasan laki-laki lebih besar dari wanita. Hal ini karena laki-laki lebih banyak bergerak sehingga lebih banyak membutuhkan energi, kebutuhan O2 dan produksi CO2 lebih tinggi dari proses metabolismenya lebih tinggi dari wanita.
  • Aktivitas; orang yang sedang beraktivitas membutuhkan energi lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang sedang beristirahat. Oleh karena itu, frekuensi pemapasan orang yang sedang beraktivitas lebih besar dari orang yang sedang istirahat
  • Posisi tubuh; posisi tubuh mempengaruhi frekuensi pernapasan karena berkaitan dengan beban yang harus ditanggung oleh organ tubuh. Oleh karena itu, frekuensi pemapasan orang yang sedang berdiri lebih besar dari orang yang sedang duduk atau berbaring. Pada orang yang sedang berdiri, otot-otot kakinya akan berkontraksi untuk menghasilkan tenaga untuk menjaga tubuh tetap berdiri tegak. Kondisi seperti ini menyebabkan tubuh memerlukan banyak O2 dan menghasilkan banyak C02 hai inilah yang menyebabkan frekuensi pemapasannya semakin meningkat. 
  • Suhu tubuh; semakin tinggi suhu tubuh maka semakin besar frekuensi pemapasannya. Hal ini berkaitan dengan kecepatan metabolisme. Semakin tinggi suhu maka semakin cepat metabolismenya sehingga diperlukan peningkatan O2 yang masuk ke dalam tubuh dan pengeluaran CO2 dari tubuh.

SUMBER : https://biologigonz.blogspot.com/2010/01/frekwensi-pernafasan.htm
http://de-fairest.blogspot.com/2015/01/frekuensi-pernapasan.html


0 komentar:

Posting Komentar

 

WELCOME © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor